Ya umat Muhammad, para anak cucu Adam.
Sudahkan kalian berpikir tentang Hari Pembalasan.
Hari dimana akan ditampakkan segala amal kita.
Hari dimana keadilan akan ditegakkan sepenuhnya.
Hari dimana penyesalan akan sia-sia, ratapan dan tangis tiada guna.
Seluruh umat manusia akan berdesak-desakan menahan panasnya matahari di atas kepala.
Berhimpit dan berenang di dalam keringat-keringat mereka.
Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya tentang lidah yang sering kita gunakan mengumpat, sementara yang lain bersusah payah belajar iqlab, idhar dan idqom bilaghunah.
Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya tentang telinga yang hanya kita gunakan mendengarkan rayuan biduan, sementara yang lain sibuk menghafal mushaf Al Quran.
Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya tentang mata yang sering kita gunakan bermaksiat, sementara yang lain tergenang air mata dalam sholat.
Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya mengapa meninggalkan sholat, sementara yang lain meregang nyawa di medan jihad.
Saudaraku, adakah kesamaan antara kita yang lalai dengan mereka yang bersunguh-sungguh.
Saudariku, apakah kita akan mengharapkan syafaat sementara kita rela membuka aurat.
Apa yang akan kita perbuat bila ditampakkan seluruh dosa-dosa kita dihadapan penghuni akhirat.
Apa yang akan kita lakukan bila menerima catatan amal dari punggung dan tangan kiri kita.
Apakah kelalaian kita dalam beribadah dapat memberatkan timbangan kebaikan, sementara tumpukan dosa kita memenuhi bumi menghalangi pandangan.
Apakah kita mengharap juga minum dari tangan rasulullah, ketika dia sedang memberi minum kepada para sholihin, shodikin dan syuhada.
Apakah kita berharap selamat menyeberang syirat , sementara langkah kita sering menghindarinya (jalan yang lurus).
Ya umat Muhammad, apakah kita mampu membeli surga (dengan amal sholeh) sementara kita hamburkan dinar dan emas untuk hal yang sia-sia.
Ya Rabb, jika belum terlambat ingin kugenggam kembali petunjukMu yang lama kuabaikan.
Ya Ghofar, Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku.
Ya Illahi, ijinkan kubersama kekasihMu di surga dan memandang wajahMu yang mulia.
_dari Abdillah_
pertanyaan untuk kita renungkan