
Pada awalnya pembuatan model ini untuk rumah idaman saya dan keluarga kelak. Tetapi setelah berpikir secara realis dan tidak anarkis saya sadari bajet-nya yang kira-kira cukup untuk membeli emas di puncak Monas. (So wake up guys….)
Modelling Istana ini ( gedung dan tembok) menggunakan tehnik polymodelling sederhana dengan acuan bangunan arsitektur rumah atau masjid di Timur Tengah. Kemudian untuk kubah saya membuat shape dengan modifier lathe.
Teksturing saya mamakai tekstur tembok default yang ada di Max, kemudian memberikan bump maping agar kelihatan lebih realis. Tekstur kubah menggunakan refleksi sederhana dengan warna diffuse hijau.
Ligthing, pencahayaan menggunakan skylight saja dengan mengaktifkan shadow-nya.

Kesemua tool dan tehnik pembuatan Palace ini merupakan tool basic dan sederhana. As ussual, waiting for responds!..
mas tanya? bedanya 3dsMax sama Maya itu apa sih?
Oleh: leonidas on Agustus 29, 2007
at 7:50 am
Nyumbang ya. Sebenarnya sama saja antara 3ds Max dengan Maya, yaitu program untuk membuat model tiga dimensi, animasi bahkan game. Yang beda mungkin terletak pada tool atau cara pengoperasian software. Umumnya orang-orang pakai 3ds Max karena interface-nya user friendly dibanding Maya.
Kalau hasil akhir mungkin sedikit lebih bagusan Maya daripada 3ds Max.Bahkan movie-movie top dengan visual effect yang canggih banyak yang pakai Maya.
Oleh: mAy_A on Agustus 30, 2007
at 3:54 am
Bagus sekali mas! boleh dong bagi-bagi ilmunya. Makasih..
Kapan mau ngajarin nih…Buatkan animasi Flash dong..untuk simulasi robot..hehe..
Oleh: wildanthoyib on Agustus 30, 2007
at 6:05 am
Hasil akhir Maya lebih baik dari Max?..
belum tentu juga. 3ds max versi 9 sekarang lebih canggih dan aptudate dari Maya. Memang Maya lebih kaya di lybrary tekstur dan pencahayaan yang ciamik, tapi sekarang 3dsMax juga tak kalah.
Bahkan para developer/pembuat game beralih semua ke 3dsMax karena kemudahannya.
Oleh: Cloud_07 on September 3, 2007
at 8:24 am
Kalo punya rumah macam gitu, kudu punya unta donk!! biar klop Bozz.. he.. he..!!
Tapi kalo bikin rumah macam gini kaya’e jg kudu nyesuain ma lingkungan, coz kaya’e our country terlalu rimbun, mungkin perlu ta’ babat’e dulu biar agak gersang dikit….
Oleh: bebek on September 5, 2007
at 2:45 am
tengkyu mas atas komen-nya.
kalau dipikir memang butuh lahan yang luas.
mungkin nanti beli tanah di sekitar pedesaan biar murah.
lalu masalah bajet gimana ya,
wah butuh nasihat dari tukang arsitek nih keliatannya..
Oleh: abuhaedar on September 5, 2007
at 3:27 am
mas..boleh dikasi caranya buat model bangunan seperti itu…
dapetin tutorialnya dimana ya..??
aku perlu buat TA..
email: jmaipura@gmail.com
Oleh: jenderal on April 7, 2008
at 4:46 am