Oleh: abuhaedar | Desember 24, 2008

Gambar gif untuk wallpaper.

Masih beberapa gambar,… jihad06 mujahidin

silakah diunduh untuk wallpaper hp.

Oleh: abuhaedar | September 15, 2008

Pertanyaan Untuk Kita Renungkan

Ya umat Muhammad, para anak cucu Adam.

Sudahkan kalian berpikir tentang Hari Pembalasan.
Hari dimana akan ditampakkan segala amal kita.
Hari dimana keadilan akan ditegakkan sepenuhnya.
Hari dimana penyesalan akan sia-sia, ratapan dan tangis tiada guna.

Seluruh umat manusia akan berdesak-desakan menahan panasnya matahari di atas kepala.
Berhimpit dan berenang di dalam keringat-keringat mereka.

Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya tentang lidah yang sering kita gunakan mengumpat, sementara yang lain bersusah payah belajar iqlab, idhar dan idqom bilaghunah.

Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya tentang telinga yang hanya kita gunakan mendengarkan rayuan biduan, sementara yang lain sibuk menghafal mushaf Al Quran.

Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya tentang mata yang sering kita gunakan bermaksiat, sementara yang lain tergenang air mata dalam sholat.

Apa yang akan kita pakai sebagai alasan, jika ditanya mengapa meninggalkan sholat, sementara yang lain meregang nyawa di medan jihad.

Saudaraku, adakah kesamaan antara kita yang lalai dengan mereka yang bersunguh-sungguh.

Saudariku, apakah kita akan mengharapkan syafaat sementara kita rela membuka aurat.

Apa yang akan kita perbuat bila ditampakkan seluruh dosa-dosa kita dihadapan penghuni akhirat.
Apa yang akan kita lakukan bila menerima catatan amal dari punggung dan tangan kiri kita.

Apakah kelalaian kita dalam beribadah dapat memberatkan timbangan kebaikan, sementara tumpukan dosa kita memenuhi bumi menghalangi pandangan.

Apakah kita mengharap juga minum dari tangan rasulullah, ketika dia sedang memberi minum kepada para sholihin, shodikin dan syuhada.
Apakah kita berharap selamat menyeberang syirat , sementara langkah kita sering menghindarinya (jalan yang lurus).

Ya umat Muhammad, apakah kita mampu membeli surga (dengan amal sholeh) sementara kita hamburkan dinar dan emas untuk hal yang sia-sia.

Ya Rabb, jika belum terlambat ingin kugenggam kembali petunjukMu yang lama kuabaikan.
Ya Ghofar, Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku.
Ya Illahi, ijinkan kubersama kekasihMu di surga dan memandang wajahMu yang mulia.

_dari Abdillah_
pertanyaan untuk kita renungkan

Senin, 17 Mar 08 14:17 WIB

Majalah mingguan Human Events-majalah kelompok kiri neo-konservatif yang berorientasi ke kelompok Republik di AS-akan membagi-bagikan buku secara gratis, yang berisi penghinaan dan tuduhan-tuduhan palsu terhadap Nabi Muhammad Saw dan mengindetikkan Iskam dengan terorisme.

Buku itu berjudul “The Truth About Muhammad: Founder of the World’s Most Intolerant Religion” karya Robert Spencer yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Regnery, yang juga mencetak buku-buku kalangan neokon yang kerap menimbulkan kontroversi. Regnery adalah pecahan dari Eagle Publishing, yang memiliki majalan mingguan Human Events.

Di pasaran, buku Spencer di jual seharga 30 dollar. Karen Armstrong, penulis terkenal Inggris yang juga menulis buku tentang Nabi Muhammad Saw, mengatakan bahwa buku karya Spencer ditulis dengan “rasa kebencian” dan “banyak fakta mendasar yang salah” dalam buku tersebut. Penulisnya, kata Armstrong, “sengaja memanipulasi bukti-bukti.”

Namun menurut Human Events, fakta-fakta yang dibeberkan Spencer dalam bukunya, banyak yang tidak diketahui sebelumnya oleh para sejarawan. Dalam bukunya, Spencer menulis bahwa kemenangan Nabi Muhammad Saw karena tindakan-tindakan terorismenya dan Nabi Muhammad memanfaatkan iming-iming surga untuk merayu pengikutnya agar mau menghancurkan musuh-musuhnya.

Spencer yang juga Direktur dari situs Jihad Watch dan Dhimmi Watch, juga menuding Rasulullah sebagai pengkhianat, yang mengkhianati Perjanjian Hudaibiyah-perjanjian antara Rasulullah dengan kaum Quraish di Makkah-serta menuduh Nabi Muhammad Saw telah membujuk umat Islam agar membunuh orang-orang Yahudi.

Buku Spencer mendapat dukungan dari seorang jaksa dari kelompok ultra-konservatif, Ann Coulter. Coulter yang juga penulis kolom di Human Events ikut mempromosikan buku Spencer. Coulter juga dikenal dengan pernyataan-pernyataan yang anti-Arab dan Muslim. Misalnya, pasca serangan 11 September, Coulter mengatakan bahwa Amerika selayaknya menginvasi negara-negara Muslim.

“Kita layak menginvasi negara-negara mereka, membunuh para pemimpin-pemimpinnya dan memurtadkan mereka agar memeluk agama Kristen. Kita ini cermat dalam menghukum tidak hanya Hitler dan para pejabat-pejabat tingginya. Kita menghujani kota-kota di Jerman dengan bom, kita membunuh warga sipil. Itulah perang. Dan ini juga perang, ” tulis Coulter di situs National Review Online.

Pernyataan Coulter juga pernah membuat marah warga Yahudi di AS, ketika ia mengatakan bahwa orang-orang Yahudi harus memeluk agama Kristen untuk mencapai kesempurnaan. (ln/al-arby)

(dari http://www.eramuslim.com)

Selasa, 30 Mei 06 16:34 WIB

Hamas menyampaikan ungkapan turut berduka atas peristiwa gempa bumi yang menimpa wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta di Indonesia. “Seluruh struktur pemerintahan Hamas di Palestina menyampaikan duka mendalam atas terjadinya bencana alam yang menimpa kaum Muslimin di Indonesia, akibat gempa bumi yang menghancurkan kota Yogyakarta, Jawa.”

Dalam pernyataan yang dilansir oleh Palestina Information Center, Hamas menyerukan negara-negara dunia, utamanya negara-negara Arab, Islam dan seluruh organisasi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi dan pemerintahan Indonesia, turut berperan dalam upaya membantu meringankan penderitaan yang dialami para korban bencana alam serta mengirimkan tenaga relawan dari berbagai bidang ke Indonesia.

Korban meninggal gempa Yogyakarta yang hingga kini jumlahnya melebihi dari 5.500 orang itu, dalam keterangan Hamas telah mengakibatkan dua ratus ribu rakyat Indonesia mengungsi dan tidak memiliki tempat tinggal. Hamas menyampaikan duka mendalam ini mengingat bangsa Indonesia termasuk negara yang aktif mendukung kemerdekaan Palestina. “Kami menyampaikan kesedihan mendalam atas musibah ini, solidaritas dan dukungan kami untuk bangsa Indonesia. Mereka adalah bangsa yang selalu mendukung dan menolong rakyat Palestina dalam melakukan perlawanan politik Zionis Israel. Mereka juga tidak pernah satu haripun kecuali mendukung pilihan rakyat Palestina untuk menghadapi embargo Amerika.” (na-str/pic)

(dari http://www.eramuslim.com)

Oleh: abuhaedar | Maret 17, 2008

Hamas Kritik Indonesia

Rabu, 24 Okt 07 16:28 WIB

Pemerintahan Hamas di Ghaza mengkritik Indonesia karena menyatakan akan datang ke konferensi Timur Tengah yang disponsori Amerika Serikat.

“Menyatakan konsensus terhadap konferensi yang akan berlangsung bulan depan dan ikut serta dalam konferensi, merupakan bentuk normalisasi bebas yang terhadap pasukan penjajah, ” demikian pernyataan pemerintahan Hamas setelah melakukan pertemuan mingguan.

Dalam pernyataannya, Hamas juga mengecam rejim Zionis Israel karena telah membunuh seorang tahanan Israel dan melukai belasan orang lainnya dalam bentrokan antara para tahanan dan sipir penjara Israel.

Hamas menyerukan rakyat Palestina untuk turun ke jalan dan melakukan aksi protes terhadap penindasan dan pembunuhan yang dilakukan di wilayah Palestina dan penjara-penjara Israel.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmud Abbas melakukan kunjungan ke negara-negara Asia untuk mencari dukungan dari negara-negara Muslim yang ada di kawasan itu, guna memperkuat posisinya dalam penyelenggaraan konferensi yang rencananya dilaksanakan bulan November mendatang di kota Annapolis, Maryland. (ln/presstv)

(dari http://www.eramuslim.com)

Kamis, 25 Okt 07 10:25 WIB

Pasukan Israel menembak dua anak Palestina yang tak berdosa di utara Jalur Ghaza. Sumber-sumber medis Palestina mengatakan, dua anak lelaki yang ditembak tentara Zionis itu berusia 12 dan 13 tahun.

Keduanya ditembak ketika sedang berada di dekat lokasi yang biasa digunakan para pejuang Palestina untuk menembakkan roket ke selatan Israel. Petugas medis Palestina menyatakan bahwa kedua bocah lelaki itu warga sipil. Sementara juru bicara militer Israel mengklaim bahwa mereka menembak warga Palestina yang baru saja menembakkan roketnya ke Israel.

Di tempat berbeda, di wilayah pendudukan Tepi Barat, seorang tentara Zionis ditembak saat sedang melintas di dekat pemukiman Yahudi. Akibat tembakan tersebut, tentara Zionis itu mengalami luka-luka. (ln/aljz)

(dari http://www.eramuslim.com)

Oleh: abuhaedar | Maret 17, 2008

Mahmud Abbas: Israel Khianati Kesepakatan Annapolis

Senin, 17 Mar 08 09:21 WIB

Sebagai seorang Muslim kita wajib patuh pada segala peringatan yang Allah SWT berikan di dalam kitab suci al-Qur’an. Dalam banyak surat, Allah SWT berfirman bahwa kaum Yahudi merupakan kaum yang selalu berkhianat dalam perjanjian, selalu berbuat kerusakan di muka bumi, dan sama sekali tidak bisa dipercaya.

Namun peringatan dari Allah SWT ini agaknya tidak digubris oleh seorang Mahmud Abbas sehingga dia sudi mengajak Zionis-Israel ke meja perundingan berkali-kali dan menghasilkan kesepakatan yang berkali-kali juga dikhianati oleh Israel.

Bisa jadi, kesal dengan ulah bangsa yang pernah dikutuk Allah menjadi babi dan kera ini, Presiden Palestina Mahmud Abbas mulai bersikap hati-hati terhadapnya. Salah seorang pejabat tinggi pemerintahannya kepada harian Al-Manar, Ahad (16/3), menyatakan bahwa Mahmud Abbas telah mengontak sejumlah pemimpin negara Arab dan menegaskan jika pihaknya sudah menganggap gagal pertemuan Anapolis yang diselenggarakan di Amerika Serikat, November 2007 lalu.

“Zionis-Israel sudah berulang kali mengkhianati segala perjanjian dengan kami, termasuk perjanjian yang dihasilkan di Annapolis. Kami memiliki itikad baik, tetapi mereka tetap demikian. Seharusnya, tahun 2008 ini adalah tahun implementasi dari kesepakatan Annapolis menuju perdamaian yang menyeluruh. Kami telah siap, tetapi mereka agaknya tidak menginginkan perdamaian itu, ” ujar sumber yang tidak disebut namanya.

Abbas disebutkan tengah menimbang-nimbang untuk lebih mengintensifkan hubungannya dengan negara-negara Arab agar bisa memperkuat posisi Palestina dalam kancah diplomasi internasional. Namun agaknya kali ini Abbas juga lupa jika banyak sekali pemimpin negara Arab yang juga telah menjadi pelayan kaum Zionis.(rz/MNA)

(dari http://www.eramuslim.com)

Oleh: abuhaedar | Maret 17, 2008

Seorang Tentara Israel Tewas di Gaza

Selasa, 12 Sep 06 14:48 WIB

Pertempuran antara pejuang Palestina dan pasukan Israel di Kissufim, dekat perbatasan Jalur Gaza, Selasa (12/9) dinihari, menewaskan seorang tentara Israel.

Beberapa saksi mata mengatakan, baku tembak antara pejuang Palestina dan tentara Israel terjadi setelah pasukan Israel dengan tank-tank-nya melewati perbatasan di sebelah timur Khan Yunis, Jalur Gaza.

Laporan situs Aljazeera menyebutkan, tentara Israel itu tewas akibat luka-lukanya yang serius. Sebelumnya, Israel melakukan serangan udara dan menghancurkan rumah dua tingkat milik seorang pejabat keamanan di kementerian dalam negeri Palestina, di Gaza Tengah.

Militer Israel mengatakan, pihaknya menghancurkan rumah itu karena digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata. Sumber-sumber di kalangan pejabat Palestina mengatakan, pejabat kementerian dalam negeri yang rumahnya diserang itu juga anggota Hamas.

Pertempuran antara pejuang Palestina dan pasukan Israel Selasa dinihari tadi, terjadi satu hari setelah faksi Hamas dan Fatah setuju untuk membentuk pemerintahan bersatu guna mengakhiri sangsi dunia internasional terhadap Palestina dan pemerintahan Hamas.

Gerakan Hamas menyatakan, meski setuju membentuk pemerintahan koalisi Hamas tetap tidak akan mengakui keberadaan Israel. Padahal hal inilah yang menjadi salah satu penyebab embargo yang dilakukan dunia internasional terhadap pemerintahan Hamas. Sementara Israel skeptis merespon ‘perdamaian’ antara Hamas dan Fatah. (ln/aljz)

(dari eramuslim)

Oleh: abuhaedar | Maret 17, 2008

Brigade Al-Qassam Tembak Helikopter Tempur Israel

Sabtu, 15 Mar 08 19:00 WIB

Para pejuang Palestina yang tergabung dalam Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer HAMAS di Jalur Gaza, menyatakan telah menembak sebuah helikopter tempur Israel yang terbang di atas utara Gaza, Jum’at malam (14/3). Helikopter tersebut menderita kerusakan di beberapa bagian dan secepatnya kabur berbalik arah ke wilayah yang dikuasai Israel.

Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Al-Qassam, menyatakan jika para pejuang Palestina telah memiliki kemampuan dan persenjataan untuk menembak jatuh helikopter tempur Israel yang canggih.

“Kami sekarang telah mampu menembak helikopter Zionis yang tengah terbang tinggi. Peristiwa Jum’at malam kemarin merupakan bukti tentang kemampuan kami walau hal itu dilakukan malam hari tanpa penerangan lampu sedikit pun. Divisi artileri udara kami telah memperlihatkan kepada dunia bahwa rakyat Palestina telah mempu mengusir penjajah Israel walau mereka di udara sekali pun.”

“Kami juga akan terus meningkatkan kemampuan senjata dan strategi tempur kami sehingga tentara Zionis tidak bisa sedikit pun menginjak-injak kedaulatan Tanah Palestina yang suci. Allah bersama kita!” tegas Abu Ubaidah. (rz/MNA)

(dari eramuslim )

Oleh: abuhaedar | Desember 27, 2007

Pernikahan Adalah Fitrah Bagi Manusia

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Agama Islam adalah agama fitrah, dan manusia diciptakan Allah ‘Azza wa Jalla sesuai dengan fitrah ini. Oleh karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla menyuruh manusia untuk menghadapkan diri mereka ke agama fitrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan sehingga manusia tetap berjalan di atas fitrahnya.

Pernikahan adalah fitrah manusia, maka dari itu Islam menganjurkan untuk menikah karena nikah merupakan gharizah insaniyyah (naluri kemanusiaan). Apabila gharizah (naluri) ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah, yaitu pernikahan, maka ia akan mencari jalan-jalan syaitan yang menjerumuskan manusia ke lembah hitam.

Firman Allah ‘Azza wa Jalla.

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam), (sesuai) fitrah Allah, disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Ar-Ruum (30): 30]

A. Definisi Nikah ( ÇóáäöøßóÇÍõ )
An-Nikaah menurut bahasa Arab berarti adh-dhamm (menghimpun). Kata ini dimutlakkan untuk akad atau persetubuhan.

Adapun menurut syari’at, Ibnu Qudamah rahima-hullaah berkata, “Nikah menurut syari’at adalah akad perkawinan. Ketika kata nikah diucapkan secara mutlak, maka kata itu bermakna demikian selagi tidak ada satu pun dalil yang memalingkan darinya.” [1]

Al-Qadhi rahimahullaah mengatakan, “Yang paling sesuai dengan prinsip kami bahwa pernikahan pada hakikatnya berkenaan dengan akad dan persetubuhan sekaligus. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).” [An-Nisaa’ (4): 22] [2]

B. Islam Menganjurkan Nikah
Islam telah menjadikan ikatan pernikahan yang sah berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan pernikahan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama.

Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

ãóäú ÊóÒóæøóÌó ÝóÞóÏö ÇÓúÊóßúãóáó äöÕúÝó ÇúáÅöíúãóÇäö¡ ÝóáúíóÊøóÞö Çááåó Ýöí ÇáäöøÕúÝö ÇáúÈóÇÞöì.

‘Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh imannya. Dan hendaklah ia bertaqwa ke-pada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” [3]

Dalam lafazh yang lain disebutkan, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ãóäú ÑóÒóÞóåõ Çááåõ ÇãúÑóÃóÉð ÕóÇáöÍóÉð ÝóÞóÏú ÃóÚóÇäóåõ Çááåõ Úóáóì ÔóØúÑö Ïöíúäöåö¡ ÝóáúíóÊøóÞö Çááåó Ýöí ÇáÔøóØúÑö ÇáËøóÇäöì.

“Barangsiapa yang dikaruniai oleh Allah dengan wanita (isteri) yang shalihah, maka sungguh Allah telah membantunya untuk melaksanakan separuh agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam menjaga separuhnya lagi.” [4]

C. Islam Tidak Menyukai Hidup Membujang
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintah-kan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk menikah dan melarang membujang dengan larangan yang keras.”

Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ÊóÒóæøóÌõæÇ ÇáúæóÏõæúÏó ÇáúæóáõæúÏó¡ ÝóÅöäöøí ãõßóÇËöÑñ Èößõãõ ÇúáÃóäúÈöíóÇÁó íóæúãó ÇáúÞöíóÇãóÉö.

““Nikahilah wanita yang subur dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya ummatku di hadapan para Nabi pada hari Kiamat.” [5]

Pernah suatu ketika tiga orang Shahabat radhiyallaahu ‘anhum datang bertanya kepada isteri-isteri Nabi shal-lallaahu ‘alaihi wa sallam tentang peribadahan beliau. Kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan ibadah mereka. Salah seorang dari mereka berkata: “Adapun saya, maka sungguh saya akan puasa sepanjang masa tanpa putus.” Shahabat yang lain berkata: “Adapun saya, maka saya akan shalat malam selama-lamanya.” Yang lain berkata, “Sungguh saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan nikah selama-lamanya… dst” Ketika hal itu didengar oleh Nabi shal-lallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda.

ÃóäúÊõãõ ÇáøóÐöíúäó ÞõáúÊõãú ßóÐóÇ æóßóÐóÇ¿ ÃóãóÇ æóÇááåö Åöäöøí óáÃóÎúÔóÇßõãú öááåö æóÃóÊúÞóÇßõãú áóåõ¡ æóáóßöäöøí ÃóÕõæúãõ æóÃõÝúØöÑõ æóÃõÕóáöøì æóÃóÑúÞõÏõ æóÃóÊóÒóæøóÌõ ÇáäöøÓóÇÁó¡ Ýóãóäú ÑóÛöÈó Úóäú ÓõäøóÊöí ÝóáóíúÓó ãöäöøí.

“Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut kepada Allah dan paling taqwa kepada-Nya di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku pun tidur, dan aku juga menikahi wanita. Maka, barangsiapa yang tidak menyu-kai Sunnahku, ia tidak termasuk golonganku.” [6]

Dan sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

ÇóáäöøßóÇÍõ ãöäú ÓõäøóÊöí Ýóãóäú áóãú íóÚúãóáú ÈöÓõäøóÊöí ÝóáóíúÓó ãöäöøí¡ æóÊóÒóæøóÌõæúÇ¡ ÝóÅöäöøí ãõßóÇËöÑñ Èößõãõ ÇúáÃõãóãó¡ æóãóäú ßóÇäó ÐóÇ Øóæúáò ÝóáúíóäúßöÍú¡ æóãóäú áóãú íóÌöÏú ÝóÚóáóíúåö ÈöÇáÕöøíóÇãö ÝóÅöäøó ÇáÕøóæúãó áóåõ æöÌóÇÁñ.

“Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barang-siapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat).” [7]

Juga sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

ÊóÒóæøóÌõæúÇ¡ ÝóÅöäöøí ãõßóÇËöÑñ Èößõãõ ÇúáÃõãóãó íóæúãó ÇáúÞöíóÇãóÉö¡ æóáÇó ÊóßõæúäõæúÇ ßóÑóåúÈóÇäöíøóÉö ÇáäøóÕóÇÑóì.

“Menikahlah, karena sungguh aku akan membang-gakan jumlah kalian kepada ummat-ummat lainnya pada hari Kiamat. Dan janganlah kalian menyerupai para pendeta Nasrani.” [8]

Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Sesungguhnya, hidup mem-bujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak memiliki makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab.

Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Diri-diri mereka selalu berada dalam pergolakan melawan fitrahnya. Kendati pun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lambat laun akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.

Jadi orang yang enggan menikah, baik itu laki-laki atau wanita, mereka sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat biologis maupun spiritual. Bisa jadi mereka bergelimang dengan harta, namun mereka miskin dari karunia Allah ‘Azza wa Jalla.

Islam menolak sistem kerahiban (kependetaan) karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah manusia. Bahkan, sikap itu berarti melawan Sunnah dan kodrat Allah ‘Azza wa Jalla yang telah ditetapkan bagi makhluk-Nya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang yang jahil (bodoh). Karena, seluruh rizki telah diatur oleh Allah Ta’ala sejak manusia berada di alam rahim.

Manusia tidak akan mampu menteorikan rizki yang dikaruniakan Allah ‘Azza wa Jalla, misalnya ia mengatakan: “Jika saya hidup sendiri gaji saya cukup, akan tetapi kalau nanti punya isteri gaji saya tidak akan cukup!”

Perkataan ini adalah perkataan yang bathil, karena bertentangan dengan Al-Qur’anul Karim dan hadits-hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk menikah, dan seandainya mereka fakir niscaya Allah ‘Azza wa Jalla akan membantu dengan memberi rizki kepadanya. Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang menikah, dalam firman-Nya:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” [An-Nuur (24): 32]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menguatkan janji Allah ‘Azza wa Jalla tersebut melalui sabda beliau.

ËóáÇóËóÉñ ÍóÞøñ Úóáóì Çááåö Úóæúäõåõãú: ÇóáúãõÌóÇåöÏõ Ýöíú ÓóÈöíúáö Çááåö¡ æóÇáúãõßóÇÊóÈõ ÇáøóÐöí íõÑöíúÏõ ÇúáÃóÏóÇÁó¡ æóÇáäøóÇßöÍõ ÇáøóÐöí íõÑöíúÏõ ÇáúÚóÝóÇÝó.

“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah: (1) mujahid fi sabilillah (orang yang berjihad di jalan Allah), (2) budak yang menebus dirinya supaya merdeka, dan (3) orang yang menikah karena ingin memelihara kehor-matannya.” [9]

Para Salafush Shalih sangat menganjurkan untuk menikah dan mereka benci membujang, serta tidak suka berlama-lama hidup sendiri.

Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu pernah berkata, “Seandainya aku tahu bahwa ajalku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah. Aku ingin pada malam-malam yang tersisa bersama seorang isteri yang tidak berpisah dariku.” [10]

Dari Sa’id bin Jubair, ia berkata, “Ibnu ‘Abbas bertanya kepadaku, ‘Apakah engkau sudah menikah?’ Aku menjawab, ‘Belum.’ Beliau kembali berkata, ‘Nikahlah, karena sesungguhnya sebaik-baik ummat ini adalah yang banyak isterinya.’” [11]

Ibrahim bin Maisarah berkata, “Thawus berkata kepadaku, ‘Engkau benar-benar menikah atau aku mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan ‘Umar kepada Abu Zawaid: Tidak ada yang menghalangimu untuk menikah kecuali kelemahan atau kejahatan (banyak-nya dosa).”[12]

Thawus juga berkata, “Tidak sempurna ibadah seorang pemuda sampai ia menikah.” [13]

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Putaka A-Taqwa Bogor – Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa’dah 1427H/Desember 2006]
__________
Foote Note
[1]. Al-Mughni ma’a Syarhil Kabiir (IX/1130).
[2]. Al-Mughni ma’a Syarhil Kabiir (IX/113). Lihat ‘Isyratun Nisaa’ minal Aliif ilal Yaa (hal. 12) dan al-Jaami’ liahkaamin Nisaa’ (III/7).
[3]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 7643, 8789). Syaikh al-Albani rahimahullaah menghasankan hadits ini, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 625).
[4]. Hadits hasan lighairihi: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 976) dan al-Hakim dalam al-Mustadrak (II/161) dan dishahihkan olehnya, juga disetujui oleh adz-Dzahabi. Lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (II/404, no. 1916)
[5]. Hadits shahih lighairihi: Diriwayatkan oleh Ahmad (III/158, 245), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (no. 4017, Ta’liiqatul Hisaan ‘ala Shahiih Ibni Hibban) dan Mawaariduzh Zham’aan (no. 1228), ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath (no. 5095), Sa’id bin Manshur dalam Sunannya (no. 490) dan al-Baihaqi (VII/81-82) dan adh-Dhiyaa’ dalam al-Ahaadiits al-Mukhtarah (no. 1888, 1889, 1890), dari Sha-habat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini ada syawahid (penguat)nya dari Shahabat Ma’qil bin Yasar radhiyallaahu ‘anhu, diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2050), an-Nasa-i (VI/65-66), al-Baihaqi (VII/81), al-Hakim (II/ 162) dan dishahihkan olehnya. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullaah. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1784).
[6]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5063), Muslim (no. 1401), Ahmad (III/241, 259, 285), an-Nasa-i (VI/60) dan al-Baihaqi (VII/77) dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu.
[7]. Hadits shahih lighairihi: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1846) dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2383)
[8]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh al-Baihaqi (VII/78) dari Shahabat Abu Umamah radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini memiliki beberapa syawahid (penguat). Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1782).
[9]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/251, 437), an-Nasa’i (VI/61), at-Tirmidzi (no. 1655), Ibnu Majah (no. 2518), Ibnul Jarud (no. 979), Ibnu Hibban (no. 4030, at-Ta’liiqatul Hisaan no. 4029) dan al-Hakim (II/160, 161), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.”
[10]. Lihat Mushannaf ‘Abdurrazzaq (VI/170, no. 10382), Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (VI/7, no. 16144) dan Majma’uz Zawaa’id (IV/251).
[11]. Sanadnya shahih: Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (no. 5069) dan al-Hakim (II/160).
[12]. Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq (VI/170, no. 10384), Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (VI/6, no. 16142), Siyar A’lamin Nubala (V/48).
[13]. Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (VI/7, no. 16143) dan Siyar A’lamin Nubala’ (V/47).

dari www.almanhaj.or.id

Older Posts »

Kategori